Root Android! Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya


Berbicara mengenai Android tidak dapat dipisahkan dari sebuah perangkat seluler masa kini atau lebih dikenal dengan Smartphone.

Android sendiri merupakan sebuah sistem operasi (OS=Operasi System) yang dirancang dan disematkan untuk tekhnologi Smartphone layar sentuh dan komputer tablet.

Sistem operasi ini secara resmi dirilis pada tahun 2007 dan untuk pertama kalinya pada bulan Oktober 2008 ponsel berbasis Android secara resmi 'pun dijual.

Perkembangan Android semakin pesat dengan dibuktikannya dari berbagai Smartphone dengan sistem operasi ini paling banyak digunakan di dunia.

Lepas dari kilas balik munculnya Android pada tekhnologi Smartphone, muncul pula lah berbagai istilah yang datang dari sistem operasi ini, salah satunya yang paling fenomenal adalah ROOT.

Istilah ROOT ini memang sudah tidak asing didengar oleh hampir semua pengguna Smartphone Android, dari yang Awam hingga yang ahli sekalipun.

Maka dari itu, pengetahuan mengenai istilah ROOT ANDROID sangatlah diperlukan untuk dipahami secara benar-benar. Kenapa?
Karena Root ini memiliki kelebihan dan kekurangan bagi Smartphone.

Jadi, setelah Anda membaca ulasan ini sampai selesai dan paham mengenai ROOT Android!! Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya, silahkan tentukan pilihan untuk Smartphone Android Anda..!!

PENGERTIAN ROOT dan ROOTING ANDROID

PENGERTIAN

Root merupakan istilah dari bahasa Inggris yang berarti "Akar". Bahwasanya kita tahu, Akar adalah element penting atau dasar bagi segala sesuatu yang hidup. Istilahnya begini, Dasar dari sebuah tumbuhan adalah Akar, tanpa adanya Akar, tumbuhan tidaklah mungkin bisa hidup.

'Pun dikaitkan bagi ponsel yang berbasis Andorid, Root ini merupakan lokasi dasar atau otak dari Android sendiri adalah "System" dimana User atau pengguna tidak mempunyai hak penuh agar bisa mengaksesnya.

Contoh, di dalam system sendiri memiliki beberapa aplikasi yang tidak dapat User menghapusnya atau memindahkannya. Karena yang mempunyai hak dan kebijakkan ini ("System") adalah Administrator Android itu sendiri, yang tidak lain dan boleh dikatakan adalah Google selaku pengembang.

Namun tidak dipungkiri juga bahwa dari persoalan tersebut sebagian User awam sekalipun mengeluhkannya dengan beraneka alasan yang salah satunya karena ingin melegakan memori internal Smartphone.

Lain dengan User yang ahli, selain untuk melegakan RAM maupun memori internal, mereka ingin bisa memodifikasi Smartphone nya.

Beranjak dari situ, ROOTING Android diperlukan.

ROOTING berarti melakukan akses ke lokasi/ruangan (System) tersebut. Kegiatan ini sangat membutuhkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti contoh terhapusnya file/aplikasi system bawaan, jika salah maka Android tidak akan bekerja dan ada kemungkinan rusak.

Namun, bagi User yang ahli hal tersebut bukan suatu masalah karena banyak cara untuk mengutak-atiknya.

Maka setelah melakukan ROOTING, yang tadinya Pengguna hanya sebatas User saja, kini Pengguna boleh dikatakan Super User dan Super Administrator perangkat. Memiliki kewenangan penuh atas isi dari Android tersebut.

Bahasa seremnya, kegiatan ROOTING ini adalah nge-HACK.!!

Pertanyaannya, Kenapa pengembang atau Administrator sistem operasi Android tidak memberikan hak akses Root sejak awal untuk Penggunanya (User)??
Tentu, hal ini memiliki tujuan yaitu untuk melindungi system operasi Android secara keseluruhan.

Jika Pengguna secara tidak sengaja atau sengaja sekalipun mengubah atau menghilangkan beberapa file system, maka dapat menyebabkan kinerja Smartphone atau tablet tidak akan stabil dan rusak. Lebih parahnya bisa menyebabkan Brick atau tidak menyala.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ROOTING ANDROID


KELEBIHAN

Secara umum kelebihannya adalah memudahkan Pengguna agar bisa masuk atau memiliki hak penuh ke dalam dasar system.

#1. Meningkatkan Kinerja Smartphone
Memang di awal Saya menjelaskan bahwa Rooting memberikan kebebasan penggunanya untuk melakukan apapun terhadap system yang tertanam pada perangkat. Contohnya dapat melakukan pengoptimalan terhadap pemakaian RAM.

#2. Menghapus Aplikasi Bawaan
Smartphone yang tidak atau belum ter-Rooting sudah jelas di dalamnya banyak aplikasi-aplikasi yang siap digunakan (Bloatware). Akan tetapi tidak semua aplikasi tersebut digunakan atau dimanfaatkan, pengguna 'pun tidak dapat meng-uninstal atau menghapusnya atau memindahkannya.

Tetapi jika pengguna melakukan Rooting dan smartphone sudah dalam keadaan ter-Root, maka persoalan tersebut bisa diatasi yaitu bisa menghapusnya atau bahkan membekukannya.

#3. Menghemat Daya Baterai
Ya, meskipun pada sebuah smartphone Android sudah dilengkapi fitur penghemat daya, tetap saja terkadang fitur tersebut belum bisa cukup membantu.

Beda halnya jika Smartphone sudah ter-Root, pengguna bisa melakukan yang namanya kaliberasi baterai.

#4. Kapasitas Penyimpanan Internal Lebih Lega
Nah, ini yang kiranya hampir banyak dikeluhkan.
Pasti diantara pengguna pernah dihadapi dengan situasi sulit, dimana ketika sudah mendownload aplikasi tidak dapat dipasang padahal memory internal maupun eksternal masih memiliki banyak ruang.

Sebenarnya masalah ini adalah karena disebabkan oleh tempat penyimpanan aplikasi pada system sudah penuh, sebagai jalan keluarnya diperlukan menghapus aplikasi-aplikasi system yang tidak banyak digunakan. Namun, untuk bisa melakukan hal itu semua, Smartphone dalam keadaan sudah ter-Root.

#5. Mengubah Tampilan Menjadi Menarik dan Keren
Seperti sudah diketahui, jika Smartphone sudah di-Root, maka User atau pengguna dapat memiliki keleluasan untuk melakukan modifikasi tampilan atau menambahkan menu baru yang tidak disediakan oleh Administrator, mengganti versi dan lain-lain.

#6. Melakukan Backup dan Restore Data Akan Lebih Mudah
Dengan bantuan aplikasi yang bernama Titanium Backup yang dapat User andalkan untuk mem-Backup dan me-restore data seperti Kontak, Aplikasi, File, Foto, Video dan lainnya dengan mudah.
Dan untuk menggunakan aplikasi ini, Smartphone harus dalam keadaan sudah di-Root.

#7. Memblokir Iklan Bandel
Jika pengguna memasang aplikasi, apalagi aplikasi gratis dari hasil download biasanya ada saja iklan yang tampil yang dipasang oleh pengembang Aplikasi tersebut sebagai jasa mereka atau tidak jauh istilahnya iklan tersebut merupakan sebuah jalan bagi pengguna untuk mendonasikan dengan cara klik iklan tersebut atas jasa pengembang aplikasi tersebut.

Memang, apabila Smartphone belum di-Root 'pun, ada banyak aplikasi yang menawarkan untuk membloklir iklan tersebut, tetapi kebanyakan belum bisa optinmal. Jika iklan-iklan itu bandel masih saja tetap muncul dan mengganggu bahkan bisa menguras data kuota.

Lain halnya jika Smartphone sudah di-Root, untuk mengatasi hal tersebut ada sebuah aplikasi ampuh untuk mengusir dan memBlok iklan-iklan tersebut yaitu Lucky Patcher.

KEKURANGAN

Katanya,,!! tapi ini masuk akal juga, Pengembang atauPemilik sekaligus Administrator system operasi Android ini Google sangat melarang kepada siapa saja yang melakukan Root terhadap system operasi Android ini. Dengan dalih masalah keamanan Smartphone, agar tidak dirusak, diotak-atik dan sebagainya. Karena Rooting ini dapat membuka semua system keamanan Android dan tentunya sangat berbahaya, apalagi jika dilakukak oleh pengguna awam.

#1. Menghilangkan Garansi
Kok bisa???
Root itu ibarat Segel Garansi, sebagai contoh apabila Anda membeli sebuah barang elektronik biasanya akan dilengkapi dengan segel atau sticker garansi, segel ini akan rusak jika Anda membuka casing dari barang yang kita beli tersebut.

Hal tersebut dilakukan dengan alasan karena Anda ingin meningkatkan kemampuan fitur dari barang yang Anda beli, maka secara otomastis mau tidak mau Anda harus membongkarnya dengan merusak sticker atau segel garansi tersebut.

Dalam keadaan demikian, apakah pihak toko barang bisa menerima klaim garansi Anda? Jika terjadi hal-hal parah pada barang yang baru Anda beli?

Begitu pula Android, secara tidak langsung jika Anda sudah melakukan Root sama saja Anda sudah merusak segel garansi. Maka untuk melakukan klaim garansi Smartphone 'pun tidak bisa dilakukan.

#2. Rentan Masuknya Virus
Sudah dijelaskan jika Android sidah di-Root maka akan membuka system keamanan dan senantiasa virus akan dapat mengakses kapan saja ke dalam operasi Android. Seperti mengambil data-data penting pribadi baik file, foto, video, dokumen yang akan dikirim kepada pembuatnya.

Selain itu, virus juga dapat merusak bahkan menghapus data-data yang terdapat pada smartphone Android. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan cara memasang Anti Virus jika Smartphone Anda sudah di-Root.

#3. Rawan Bootlop
Sudah tahu 'kan Bootlop?
Yaitu, kejadian dimana smartphone hanya stack atau berhenti pada bagian logo ketika smartphone tersebut dinyalakan. Biasanya masalah tersebut disebabkan oleh:
  1. Proses Rooting yang tidak berjalan dengan sempurna,
  2. Salah memasang aplikasi dikarenakan aplikasi yang tidak support dengan Smartphone atau aplikasi tersebut sudah crah/rusak.
Tetapi, lagi-lagi jika smarthone sudah dalam keadaan Root, masalah tersebut bisa diatasi dengan cara melakukan Flashing Ulang Firmware.

#4. Kerusakkan Permanen
Ini merupakan salah satu resiko terbesar jika smartphone sudah di-Root, yang biasanya disebabkan oleh:
  1. Proses Rooting yang dipaksakan,
  2. Pemilihan file Root yang keliru dan dilakukan secara berulang-ulang.
Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan bahwa file Root yang Anda pilih sudah tepat dan benar dan usahakan file diambil dari sumber yang terpercaya dan sesuai dengan model smartphone Anda.

Demikian penjelasan singkat dari Saya mengenai Pengertian, Kelebihan, Kekurangan Root Amdroid.

Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat.
Referensi dan Pranala luar:
- Androlite.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Root Android! Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya"

Post a Comment

Isi Komentar sepenuhnya adalah Tanggung Jawab Komentator yang dinaungi oleh payung hukum dalam UU ITE.
Berkomentarlah yang baik dan sopan serta tidak keluar dari topik yang dibicarakan!